Strategi Pembelajaran
Nama : M Ridho Hadiska Riono
NIM : 11901025
Kelas : PAI 4G
MaKul : Magang 1
A. Pengertian Strategi dan Pembelajaran
Strategi merupakan cara atau suatu kegiatan merancang, nah jika di kaitan dengan pembelajaran maka strategi merupakan kegiatan atau cara merancang sebuah pembelajara. Dalam pembelajaran perlu ada rancangan atau strategi yang bertujuan sebagai acuan pegangan ketika ingin melakukan sesuatu. Secara umum strategi merupakan suatu teknik tertentu yang digunakan untuk mencapai tujuan. Menurut Kamus Besar Bahasa edisi keduaa (1989), strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa untuk melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai.
Pengertian Pembelajaran , Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dansumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Intinyanadalah usaha untuk membuat peserta didik belajar. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan upaya menciptakan kondisi agar terjadi kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para peserta didiknya. Kegiatan belajar hanya bisa berhasil jika peserta didik belajar secara aktif mengalami sendiri proses belajar.
Kegiatan pembelajaran dirancang untukmemberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisiknmelalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar (BSNP,2006). Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melaluipenggunaan strategi pembelajaran yangbervariasi dan berpusat pada pesertadidik (student centred). Pengalamanbelajar memuat kecakapan hidup yangperlu dikuasai peserta didik.
Strategi pembelajaran mencakup seluruh komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar yang/atau digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey, 1990). Oleh karena itu, strategi pembelajaran bukan hanya terbatas pada prosedur atau tahapan kegiatan belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Strategi pembelajaran menurut konstruktivistik menekankan penggunaan pengetahuan secara bermakna, urutan pembelajaran mengikuti pandangan peserta didik, dan menekankan proses, serta aktivitas belajar dalam konteks nyata, bukan mengikuti urutan dalam buku teks. Sedangkan evaluasi pembelajaran menekankan penyusunan makna secara aktif yang melibatkan keterampilan terintegrasi dengan menggunakan masalah dalam konteks nyata, menggali berpikir secara divergen, menuntut pemecahan ganda bukan hanya jawaban benar, dan evaluasi merupakan bagian utuh dari proses pembelajaran (Degeng, 2007).
Strategi belajar dapat digambarkan sebagai sifat dan tingkah laku. Oxford mendefinisikan strategi belajar sebagai tingkah laku yang dipakai oleh pembelajar agar pembelajaran bahasa berhasil, terarah, dan menyenangkan. Strategi belajar mengacu pada perilaku dan proses berfikir yang digunakan serta mempengaruhi apa yang dipelajari. Strategi pembelajaran bahasa adalah tindakan melaksanakan rencana dengan menggunakan beberapa variabel seperti tujuan, bahan, metode, dan alat, serta evaluasi agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Strategi belajar menurut Huda (1999), antara lain:
Strategi Utama dan Strategi Pendukung.
Strategi utama dipakai secara langsung dalam mencerna materi pembelajaran. Strategi pendukung dipakai untuk mengembangkan sikap belajar dan membantu pembelajar dalam mengatasi masalah seperti gangguan, kelelahan, frustasi, dan lain sebagainya.
Strategi Kognitif dan Strategi Metakognitif
Strategi kognitif dipakai untuk mengelola materi pembelajaran agar dapat diingat untuk jangka waktu yang lama. Strategi metakognitif adalah langkah yang dipakai untuk mempertimbangkan proses kognitif, seperti monitoring diri sendiri, dan penguatan diri sendiri.
Strategi Sintaksis dan Strategi Semantik.
Strategi sintaksis adalah kata fungsi, awalan, akhiran, dan penggolongan kata. Strategi semantik adalah berhubungan dengan objek nyata, situasi, dan kejadian.Strategi pembelajaran berdasarkan klasifikasinya, sebagai berikut:
· Penekanan Komponen dalam Program
Pengajaran Komponen program pengajaran anatara lain yang berpusat pada pengajar, peserta didik, dan materi pengajaran. Berpusat pada pengajar, pengajar menyampaikan informasi kepada peserta didik. Teknik penyajian adalah teknik ceramah, teknik team teaching, teknik sumbang saran, teknik demonstrasi, dan teknik antar disiplin. Berpusat pada peserta didik, strategi pembelajaran seperti ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk aktif dan berperan dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam hal ini, pengajar berperan sebagai fasilitator dan motivator. Teknik penyajian adalah teknik diskusi, teknik kerja kelompok, teknik penemuan, teknik eksperimen, teknik kerja lapangan, dan teknik penyajian kusus. Berpusat pada materi pengajaran, materi terbagi dua yaitu materi formal dan materi informal. Materi formal adalah isi pelajaran yang terdapat dalam buku-buku teks resmi disekolah, sedangkan materi informal adalah bahan-bahan pelajaran yang bersumber dari lingkungan sekolah. Teknik penyajian adalah tutorial, teknik modular, teknik pengajaran terpadu, dan teknik demonstrasi.
· Kegiatan Pengolahan Pesan atau Materi
Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian, baik berupa bahan tertulis maupun penjelasan secara verbal. Strategi pembelajaran heuristik adalah sebuah strategi yang menyiasati agar aspek-aspek dari komponen-komponen pembentuk sistem intruksional mengarah kepada pengaktifan peserta didik untuk mencari dan menemukan fakta, prinsip, serta konsep yang mereka butuhkan.
· Pengelohan Pesan atau Materi
Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran dedukasi adalah pesan diolah mulai dari hal umum menuju kepada hal khusus. Misalnya bila pengajaran tentang kalimat tunggal, maka dimulai dengan definisi kalimat tunggal, contoh-contoh kalimat tunggal, dan dilanjutkan penjelasan ciri-ciri kalimat tunggal. Sedangkan strategi pembelajaran induksi adalah pesan diolah mulai dari hal-hal yang khusus menuju kepada konsep yang bersifat umum.
Misalnya bila pengajaran tentang kalimat tunggal, maka dimulai dengan memberikan contoh-contoh kalimat tunggal, ciri-ciri kalimat tunggal sehingga peserta didik dapat mendefinisikan sendiri tentang kalimat tunggal.
· Cara Memproses Penemuan
Dibedakan menjadi dua, yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau penjelasan verbal. Strategi penemuan (discovery) adalah proses yang mampu mengasimilasikan sebuah konsep atau prinsip. Seperti mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, menduga, menjelaskan, dan membuat kesimpulan.
B. Komponen Strategi Pembelajaran
Dalam menerapkan strategi pembelajaran, ada beberapa komponen yang harus diperhatikan agar dalam kegiatan pembelajaran dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Pendapat Dick and Carey sebagaimana dikutip Suparman, menyebutkan 5 komponen umum strategi pembelajaran yakni: (a) kegiatan pembelajaran pendahuluan, (b) penyampaian informasi, (c) partisipasi peserta didik, (d) tes, dan (e) kegiatan tindak lanjut (Suparman, 2004).
Sedangkan pendapat Gagne and Briggs, sebagaimana dikutip oleh Suparman, bahwa komponen strategi pembelajaran yang disebut sebagai sembilan urutan kegiatan pembelajaran, yaitu: (a) memberikan motivasi atau menarik perhatian, (b) menjelaskan tujuan pembelajaran kepada peserta didik, (c)mengingatkan kompetensi prasyarat, (d) memberi stimulus (masalah, topik, konsep), (e) memberi petunjuk belajar (cara mempelajari), (f) menimbulkanpenampilan peserta didik, (g) memberiumpan balik, (h) menilai penampilan, dan (i) menyimpulkan (Suparman, 2004).
Naman kenyataannya, tidak semua mata pelajaran memerlukan kesembilan strategi pembelajaran tersebut, tergantung pada karakteristik peserta didik dan jenis tingkah laku yang dituntut dalam tujuan/kompetensi. Strategi pembelajaran terdiri dari lima komponen utama, yaitu: (a) urutan kegiatan pembelajaran, (b) metode, (c) media, dan (d) waktu (Suparman, 2004). Sedangkan urutan kegiatan pembelajaran secara umum terdiri dari tiga tahap, yaitu:
Ø Pendahuluan (introduction)
ØPada tahap awal atau persiapan, kegiatan dimaksudkan untuk mempersiapkan mental peserta didik dalam mempelajari pengetahuan, keterampilan dan sikap baru. Artinya guru sebaiknya mempersiapkan peserta didik agar memperhatikan dan belajar secara sungguh-sungguh selama tahap penyajian. Guru juga hendaknya menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dipelajari peserta didik, kegunaan materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari, hubungan atau relevansi materi tersebut dengan materi yang telah dikuasai peserta didik dan tujuan/kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik pada akhir kegiatan.
Tujuan kegiatan pada tahap pendahuluan ini untuk: (a) memberikan motivasi dan memusatkan perhatian peserta didik agar mereka bisa mempersiapkan diri untuk menerima pelajaran dan (b) mengetahui kemampuan peserta didik atau apa yang telah dikuasai peserta didik sebelumnya dan berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan. Hal-hal yangmemberikan gambaran singkat tentang isi pelajaran, menjelaskan relevansi isi pelajaran baru dengan pengalaman peserta didik, dan menjelaskan tentang tujuan pembelajaran.
Ø Penyajian (presentation) Tahap penyajian merupakan proses pembelajaran yang utama atau inti dari kegiatan pembelajaran. Tahap ini meliputi bagian-bagian sebagai berikut:1) Uraian (explanation) adalah penjelasan tentang materi pelajaran atau konsep, prinsip, dan prosedur yang akan dipelajari peserta didik. Uraian, baik dalam bentuk verbal maupun non verbal seperti penggunaan media gambar, benda sebenarnya, model, demontrasi, simulasi dan sebagainya. Pada saat memberikan uraian ini guru dapat menggunakan berbagai metode seperti ceramah, diskusi, demonstrasi, dan sebagainya.
Ø2) Contoh (example) dan non contoh (non example) adalah benda atau kegiatan yang ada di sekitar peserta didik sebagai wujud materi pelajaran yang sedang diuraikan, baik bersifat positif maupun negatif. Oleh karena itu, guru perlu memberikan contoh dan non contoh yang praktis dan kongkrit dari uraian konsep yang masih abstrak agar menjadi jelas bagi peserta didik.
3).Latihan (exercise) adalah kegiatan praktik bagi peserta didik untuk menerapkan konsep, prinsip atau prosedur yang masih abstrak sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Dengan latihan, peserta didik akan belajar aktif sehingga mudah menguasai materi yang sedang dipelajari. Latihan yang dilakukan peserta didik harus diikuti dengan petunjuk, bimbingan dan koreksi sehingga peserta didik benar- benar menguasainya. Namun, perlu diingat bahwa latihan merupakan bagian dari proses pembelajaran, bukan tes.
Ø Penutup (test and follow up) Kegiatan pada tahap penutup merupakan kegiatan akhir dalam urutan kegiatan pembelajaran. Tujuan dari kegiatan tahap penutup adalah untuk memberikan penegasan atau kesimpulan dan penilaian terhadap penguasaan materi pelajaran yang telah diberikan, baik tes formatif dan umpan balik (follow up). Selanjutnya adalah kegiatan tidak lanjut. Kegiatan akhir pembelajaran yang mencakup:
1) Pelaksanaan tes hasil belajar untuk mengukur kemajuan belajar peserta didik. Tes ini sering disebut sebagai tes formatif yang dapat diberikan secara lisan atau tertulis.
2) Umpan balik (feedback) adalah informasi hasil tes peserta didik dan diikuti dengan penjelasan kemajuan peserta didik. Hal ini penting bagi peserta didik agar proses pembelajaran menjadi efektif, efisien dan menyenangkan. Selain itu, kegiatan umpan balik sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.
3) Tindak lanjut (follow up) adalah
berupa petunjuk tentang apa yang harus dilakukan peserta didik setelah mengikuti tes formatif dan mendapatkan umpan balik. Maksudnya peserta didik yang memperoleh hasil tes formatif kurang harus mempelajari ulang materi tersebut. Sedangkan peserta didik yang sudah memperoleh nilai baik tes formatif bisa meneruskan ke materi selanjutnya, baik untuk memperdalam materi atau untuk mempersiapkan materi yang akan datang. Namun, perlu diingat bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemberian tanda atau bantuan
KESIMPULAN
Strategi pembelajaran menjadi faktor utama dalam meningkatkan proses pembelajaran dan keterampilan bahasa. Strategi yang terencana memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Agar strategi tersebut tidak menjauh dari sasaran yang ingin dicapai perlu pemahaman yang lebih baik dalam kegiatan pembelajaran bahasa. Strategi yang berhubungan secara langsung antara pengajar dan peserta didik sehingga menimbulkan stimulus dan respon sangat berperan penting.
Komponen program pengajaran yang berpusat pada pengajar, peserta didik dan materi pengajaran juga perlu diterapkan agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Strategi yang berpusat pada peserta didik merupakan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk aktif sehingga pengajar hanya berperan sebagai fasilitator dan motivator.
Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa strategi keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan keterampilan menulis didukung oleh teknik pengajaran yang sesuai dan perlunya penilaian keterampilan berbahasa dengan berbagai tes keterampilan untuk mengetahui hasil dari proses pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan mutu dan kualitas dalam keterampilan berbahasa setiap individu.
REFERENSI
Bambang Warsita, Strategi Pembelajaran dan Implikaisnya Pada Peningkatan Efektivitas Pembelajaran, Vol.XIII, No.1 Juni 2009
Fatimah dan Ratna Dewi Sartika, Strategi Belajar & Pembelajaran dalam Meningkatkan Keterampilan Bahasa, Vol. 1, No.2 Oktober 2018
Komentar
Posting Komentar