Sulap Sampah Menjadi Barang Bermanfaat

Barang bekas diartikan sebagai benda-benda yang pernah dipakai (sisa) yang kegunaannya tidak sama seperti benda yang baru. Menurut Rosdianawati 2003 kegiatan daur ulang atau memanfaatkan barang bekas adalah membuat mainan atau benda dengan mempergunakan barang-barang bekas yang sudah tidak terpakai, seperti: kotak korek api, botol-botol, karton, plastik, kayu dan sebagainya dibuat aneka ragam objek tergantung dari kreativitas si pencipta. Ada yang membuat pot bunga, hiasan dinding, kapal, boneka, dan robot. Semuanya dibuat dengan menggabung-gabungkan bermacam-macam bahan yang berbeda dalam jenis, ukuran, bentuk, dan warna. Benda tersebut dibuat atau disusun menjadi bentuk-bentuk baru. Jadi barang bekas bisa diartikan sebagai benda-benda yang pernah dipakai yang kegunaannya tidak sama seperti benda yang baru. Daur ulang memecah barang bekas menjadi bahan mentah dengan tujuan memproduksi barang baru dari bahan mentah tersebut. Daur ulang membutuhksn energi yang lebih besar, namun jumlah barang yang dapat dimanfaatkan lebih banyak. Daur ulang merupakan pengelolaan sampah padat yang terdiri atas pemilahan, pengumpulan pemrosesan, pendistribusian, dan pembuatan produk bekas yang baru Kembali. Pengertian tersebut menerangkan bahwa proses daur ulang adalah upaya untuk menjadikan produk yang bernilai dari bahan yang sudah tidak terpakai sebelumnya.
Pengelolaan sampah bisa melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dan keahlian khusus masing-masing jenis zat.
A. Pemanfaatan Barang Bekas dan Peralatan Sederhana Menjadi Media Pembelajaran
1. Cara mengembangkan dan Memunculkan kreativitas Guna Mengembangkan Barang Bekas Menjadi Media
Jika kita memperhatikan sekeliling kita, maka kita dapat menemukan begitu banyak sumber belajar yang bisa dimanfaatkan. Sekarang tergantung apakah kita bisa mengembangkan menjadi suatu media yang menarik, kreatif, dan mempermudah proses belajar mengajar sehingga kita tidak akan kekurangan sumber belajar.
a. Sebelum menentukan media sederhana yang akan dikembangkan dari barang bekas, maka rencanakanlah terlebih dahulu program pengembangan yang akan dilakukan berdasarkan garis-garis besar program pengajaran
b. Analisislah kematangan dan kemampuan peserta didik yang akan mengikuti pelajaran
c. Amatilah limgkungan sekolah dan rumah peserta untuk menemukan barang bekas yang bisa digunakan
d. Membeli atau meminjam media sederhana yang telah ada adalah jalan terakhir guru jika lingkungan sekitar kurang mampu memberikan solusi yang tepat.
2.Beberapa pedoman yang harus diperhatikan ketika akan mengembangkan media dari barang bekas dan peralatan sederhana
a. Gunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh disekitar lingkungan sekolah, tempat tinggal guru, dan siswa ataupun bahan-bahan yang bisa diperoleh di toko atau pasar terdekat
b. Pengunaan media yang dibuat guru hendaknya bisa meningkatkan perhatian dan pemahaman siswa melalui pendengarannya
c. Kembangkan bahan-bahan yang bisa menciptakan siswa berpikir kritis, mengundang siswa selalu ingin bertanya, ingin tahu, dan ingin mencari kebenaran. Media yang tercipta diharapkan akan mendorong siswa untuk melakukan penilaian dan analisis terhadap kredibilitas dan keabsahan materi pelajaran yang diterimanya
d. Buatlah media yang mampu memberikan kebersamaan bagi siswa dengan kondisi yang menyenangkan dalam mengikuti pelajaran
e. Tugaskan mereka mencatat atau menuliskan setiap hal yang didenga, amati selama guru memanfaatkan media sederhana terciptanya
3.Kendala-kendala
Alangkah lebih baik jika media yang dikembangkan telah dilengkapi dengan buku teks, tugas-tugas, dan lembaran kerja. Hal itu perlu dilengkapi dengan pertimbangan dan kemungkinan guru akan menghadapi berbagai kendala ketika menggunakan media yang terbuat dari bahan-bahan sederhana.
Kendala-kendala tersebut, misalnya:
a. Keterbatasan waktu yang tersedia, dikaitkan dengan luasnya materi pelajaran dan sasaran atau tujuan perkuliahan
b. Keterbatasan bahan-bahan sederhana yang dibutuhkan dan tidak ada bahan pengganti
c. Ketidaktersediaan alat-alat yang akan digunakan dalam membuat dan mengembangkan media
d. Keterbatasan kemampuan guru dalam menggunakan komunikasi lisan
Komentar
Posting Komentar